Jumat, 30 September 2011

Problema Manusia

Problema manusia

Pengertian : Problema Manusia berarti masalah atau persoalan yang masih bermasalah atau belum ditemukan pemecahannya.

Aspek-aspeknya antara lain aspek sosial, ekonomi, dan budaya.
faktor yang membentuk problema antara lain faktor ekonomi, budaya, biologis dan psikologis.

Kriteria problema manusia dibagi menjadi dua yaitu problema sederhana dan problema rumit. problema sederhana kriterianya antara lain berskala kecil, berdiri sendiri, tidak langsung konsekuensi yang besar, serta pemecahannya tidak memerlukan pemikiran luas dan mendalam. sedangkan problema rumit kriterianya berskala besar, tidak berdiri sendiri, mengandung konsekuensi yang besar, serta pemecahan nya memerlukan pemikiran yang tajam dan analitis.

Perubahan keadaan dan waktu kerja

Pengertian keadaan dan waktu kerja adalah the record of outcomes prodused on a specified job function or activity during a specified time period.

Dalam pengertian ini, aspek yang ditekankan adalah catatan tentang outcome atau hasil akhir yang diperoleh setelah suatu pekerjaan atau aktivitas dijalankan selama kurun waktu tertentu.

Keadaan dan waktu kerja antara lain dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu Faktor individu, Faktor kepemimpinan, Faktor kelompok/rekan kerja, Faktor sistem, dan Faktor situasi.

Selasa, 27 September 2011

Manfaat Internet bagi saya dan harapan nya

Dewasa ini seiring kemajuan zaman,kita telah hidup lebih modern,,dari berbagai belahan dunia manapun semua menuju ke modernisasi.Dan salah satu hasil dari modernisasi dan kemajuan tekhnologi saat ini adalah kemunculan dan penggunaan internet.Ya,,internet yang dulunya saya hanya tahu hanya digunakan oleh perusahaan dan pekerjaan tertentu saja,namun saat ini penggunaan internet sudah merambah ke berbagai lapisan.Mulai dari orang kantor,karyawan,perusahaan,mahasiswa,bahkan pelajar sekali pun sudah sejak dini diperkenalkan dengan internet.

Banyak sekali manfaat dari penggunaan internet,terutama yang saya rasakan saat ini sebagai mahasiswa.Kalau berbicara dari segi manfaat tentu saja ada dampaknya.Ada yang positif dan ada yang negative.Saya pribadi sangat bersyukur bisa hidup di zaman yang dibilang serba "instan" ini :).Contohnya,internet sangat membantu saya dalam mengerjakan berbagai tugas kuliah saya,internet juga memudahkan saya untuk belajar secara online tanpa harus saya membeli buku yang tebal-tebal lagi,bahkan saya sangat menyukai berbagi tarian,dari internet saya bisa tahu berbagai macam tarian bukan hanya teori saja tetapi disertai juga dengan videonya yaitu yang sangat dikenal saat ini "you tube".

Dengan internet saya bisa lebih mengembangkan kemampuan dan pengetahuan saya.Saya bisa tahu apa yang terjadi setiap harinya di negara saya maupun di negara lain.Sangat menyenangkan kita bisa berkomunikasi dengan teman yang jaraknya sangat jauh (di luar kota) atau bahkan di luar negeri.Zaman sekarang saya rasa sudah tidak ada lagi istilah "cinta dipisahkan oleh jarak",karena bagi saya khususnya sudah pernah mengalami bagaimana merasakan LDR (Long Distance Relationship) itu menjadi sangatlah mudah,karena kita masih bisa bertemu secara langsung lewat "skype" yaa salah satu aplikasi yang sangat sering saya gunakan,yaitu semacam webcame an yang dapat menjangkau dari berbagai belahan dunia.Sekedar cerita,lewat "skype" itu saya mempunyai beberapa teman dari serbia,india,malaysia,bahkan australia.

Internet sekarang ini sudah canggih karena kita bisa mengakses apa saja tidak hanya lewat komputer atau laptop tapi dengan handphone pun kita masih bisa internetan.Contohnya kita bisa mendownload lagu favorite kita tanpa harus kita membeli kaset atau cd lagi.Lewat internet pun kita bisa berbisnis,yaitu bisnis online yang bisa melewati kaskus atau facebook,jadi sangat menguntungkan bagi si penjual maupun si pembeli yang tidak perlu lagi repot mencari barang atau sesuatu yang disukai dengan harus datang dari mall ke mall,sekarang lewat internet kita sudah bisa mencari barang atau sesuatu yang kita sukai.Selain sebagai membantu dalam pekerjaan manusia,internet juga membantu manusia dalam hal hiburan,yaitu aplikasi game online yang sangat menyenangkan.

Namun,harapan saya,semakin canggih era tekhnologi saat ini juga harus diimbangi dengan suatu peraturan atau ketentuan yang canggih pula.Disamping begitu banyak manfaat positif dari penggunaan internet,dari segi negatif pun banyak pula.Sebagai contoh,banyak terjadi penipuan yang dilakukan lewat internet,mudahnya mengakses situs-situs yang sangat tidak layak untuk diakses (situs porno),banyaknya virus yang dapat menghancurkan bahkan merusak data,saya harap akan muncul suatu terobosan baru yang lebih canggih lagi untuk dapat meminimalisir berbagai macam virus dan kejahatan-kejahatan yang dapat dilakukan secara online.

Kamis, 05 Mei 2011

Menganalisa Teknologi dari Segi Untung dan Rugi

Dalam era modern saat ini, kita telah banyak menggunakan berbagai macam teknologi untuk membantu kehidupan manusia.Salah satu contohnya adalah teknologi yang sangat membantu manusia dalam hal pekerjaan kantor,sekolah,kuliah dan sebagainya,yaitu "mesin fotocopy".

Mesin Fotocopy banyak digunakan oleh manusia sebagai alat bantu yang sangat praktis.
Kelebihan dari mesin fotocopy salah satunya adalah memudahkan kita untuk menggandakan dokumen,buku-buku mahal bisa kita gandakan dengan harga lebih murah,membuat kita bisa berbagi ilmu pengetahuan dengan mengedarkan buku-buku murah,tidak perlu menulis atau mengetik ulang lagi.

Namun dari segi kekurangannya,mesin fotocopy mempunyai segi negative nya juga yaitu,penggandaan buku menggunakan mesin fotocopy jelas-jelas melanggar hak cipta penulis dan penerbit buku, gas emisi yang ditimbulkan mesin fotocopy tentunya bisa mengganggu kesehatan orang-orang yang berada di sekitarnya karena menggunakan sinar ultraviolet, hal ini juga berpengaruh pada pemanasan global dan rusaknya lapisan ozon dalam jangka panjang.

Jadi,selain kita menggunakan dan memanfaatkan teknologi yang sudah ada,alangkah baiknya juga kita mengimbanginya dengan memperhatikan lingkungan dan menjaga lingkungan.

Kamis, 07 April 2011

S.HPTS

SILOGISME HIPOTETIS DAN BENTUK PENYIMPULAN LAIN
Pedebatan adu argumentasi yang terjadi antara Socrates dan Plato dengan kaum Sofis (kelompok guru profesional di masyarakat Yunani abad ke-6 SM) menjadi kajian yang sangat menarik bagi Aristoteles untuk menganalisis penggunaan bahasa dan bentuk-bentuk pemikiran. Ditemukan oleh Aristoteles bahwa bahasa sangat terkait dengan penalaran manusia; bahwa bahasa adalah lambang pemikiran; bahwa terdapat kaidah-kaidah berpikir yang universal dan dapat menguji kesahihan bentuk-bentuk penalaran.
Mengenai bentuk penalaran, Aristoteles juga menemukan dua (2) alur atau cara berpikir, yaitu analitika dan dialektika. Analitika merupakan cara berpikir yang bertitik tolak dari putusan-putusan yang benar lalu membuat kesimpulan. Dialektika merupakan cara berpikir yang bertitik tolak dari hipotesa menuju penyimpulan yang bersifat mungkin. Dua istilah ini, analitika dan dialektika, kini menjadi bagian dari ilmu yang sekarang disebut logika. Oleh karena itu, Aristoteles boleh dipandang sebagai penemu logika yang memainkan peranan penting dalam sejarah intelektual umat manusia. Aristoteles sendiri tidak menyebutnya dengan logika melainkan analitika. Hal ini menunjukkan kecendrungan cara berpikir Aristoteles yang analitik yang dicirikan dengan keketatan dan jelasnya penggunaan term-term.
Menurut McKeon dalam Introduction to Aristotle (The Modern Library, New York, 1947), tulisan-tulisan logika Aristoteles terdapat pada enam buku yang kemudian secara tradisi dikelompokkan menjadi sebuah nama, Organon. Keenam buku asli Aristoteles yang membahas logika itu adalah Categories, On Interpretation, Prior Analytics, Posterior Analytics, Topics, dan On Sophistical Refutations. Buku yang disebut terakhir inilah, On Sophistical Refutations, membeberkan kesalahan-kesalahan penalaran (fallacious argument) yang dilakukan oleh kaum Sofisme. Dalam buku itu, Aristoteles tidak luput pula menyerang kaun Sofis dengan menyebutkan 13 tipe kesesatan dengan perincian: enam (6) kesesatan karena bahasa dan tujuh (7) kesesatan relevansi mengenai materi penalaran
Sebelum Aristoteles, Socrates dan Plato telah menggunakan prinsip-prinsip logika dalama rgumen-argumen mereka, bahkan, termasuk kaum Sofis, meski yang terakhir ini memakainya secara keliru untuk menyesatkan penalaran. Seperti yang telah diuraikan dalam pembahasan sebelumnya, pertanyaan-pertanyaan atau pernyataan-pernyataan Socrates telah mengandung unsur-unsur logika. Misalnya, pernyataan Socrates: "Setiap kebajikan adalah kesalehan, tapi tidak setiap kesalehan adalah kebajikan", telah mempekenalkan pengertian genus (kesalehan) dan spesies (kebajikan), dua konsep/pengertian yang kerap dipakai dalam logika Aristoteles. Kalimat Socrates itu identik dengan pernyataan logika: "Setiap anjing adalah binatang, tapi tidak setiap binatang adalah anjing. Karena, binatang adalah genus, sedangkan anjing adalah spesies atau anggota dari genus binatang
Upaya pencarian definisi umum pengertian-pengertian etis Socrates juga telah mengandung makna identitas dari masing-masing pengertian etis tersebut. Lalu, oleh Aristoteles pengertian-pengertian ini diperluas mencakup entitas-entitas lain, tidak terbatas pada etika. Dengan menganalisis definisi, spesies, genus, muncullah istilah kategori yang didefinisikan sebagai 'ultimate concept', yaitu pengertian yang sifatnya paling umum sehingga tidak bisa diturunkan dari pengertian lain. Ada sepuluh (10) kategori menurut Aristoteles, yaitu substansi (contoh: manusia), kuantitas (contoh: dua), kualitas (bagus), relasi (separuh), tempat (di toko), waktu (sekarang), keadaan (berdiri), posesi (bersepatu), aksi (membakar), dan pasivitas (terbakar). Pengaruh ajaran Plato juga nampak dalam buku Aristoteles, Prior Analytics. Dalam buku itu termuat bahwa Aristoteles menemukan bentuka penalaran yang bergerak dari universal ke partikular yang disebut dengan silogisme (syllogismos=syllogismos). Silogisme adalah pola berpikir deduktif yang memiliki kebenaran pasti dan niscaya; berangkat dari hal-hal umum menuju hal-hal khusus. Kesahihan deduksi tidak tergantung kepada pengalaman inderawi, tapi semata-mata kepada konsistensi rasio.
Dengan demikian, silogisme Aristoteles boleh dipandang sebagai perkembangan dari "silogisme lemah" Plato, dengan pengertian bahwa prinsip silogisme Aristoteles telah digunakan secara umum dan sistematis. Berikut disajikan perbandingan keduanya
Silogisme lemah Plato:
Dunia Idea-Idea adalah universal
Keadilan mengandung Ideal
Jadi, keadilan mengandung (nilai) universal
Silogisme umum Aristoteles:

Semua manusia akan mati (Premis mayor)
Socrates adalah manusia (Premis minor)
Jadi, Socrates akan mati (Konklusi)

SILOGISME HIPOTETIS

Silogisme hipotetis adalah silogisme yang memiliki premis mayor berupa proposisi hipotetis (jika), sementara premis minor dan kesimpulannya berupa proposisi kategoris.
Struktur Silogisme
Sebuah silogisme terdiri atas tiga proposisi yaitu dua proposisi yang disajikan dan sebuah proposisi yang ditariknya. Proposisi yang disajikan dinamai premis mayor dan premis minor, sedangkan kesimpulannya dinamai konklusi. Setiap proposisi terdiri atas dua term. Oleh karena itu, silogisme harus mempunyai enam term. Sebenarnya, silogisme hanya memiliki tiga term, karena untuk masing-masing dinyatakan dua kali. P konklusi disebut term mayor, sedang S-nya disebut term minor, dan term yang sama-sama terdapat pada kedua proposisi disebut term pnengah. Term penengah ini merupakan factor terpenting dalam silogisme, karena penyebab kedua premis dapat saling berhubungan sehingga menghasilkan konklusi. Dengan perkataan lain, term penengah menetapkan hubungan term mayor dengan term monir.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam silogisme yaitu:
(1) Premis mayor disajikan terlebih dahulu, lalu diikuti premis minor;
(2) term penengah dilambangkan oleh M;
(3) term mayor dilambangkan oleh P; dan
(4) term minor dilambangkan oleh S.
Pembagian Silogisme
Secara garis, silogisme dapat dibedakan atas dua macam yatu silogisme murni dan silogisme campuran, silogisme mempunyai hubungan yang sama pada proposisinya. Kebalikanya, silogisme campuran memiliki hubungan yang berbeda pada proposisinya.
Silogisme murni dapat dibedakan lagi atas: (1) silogisme murni kategoris (semua proposisi pembentuknya kategoris) ; (2) silogisme murni hipotesis (semua proposisi pembentuknya hipotesis) ; dan (3) silogisme murni disjunktif (semua proposisi pembentuknya desjunktif).
Silogisme campuran dibedakan atas:
(1) Silogisme campuran hipotesis kategori (premis mayor hipotesis, premis minor kategori dan konklusinya kategoris) ; (2) silogisme campuran kategoris disjunktif (premis mayor disjunktif, permis minor kategoris, konklusinya kategoris) ; dan (3) silogisme campuran dilema (premis mayornya hipotesis, premis minor disjunktif, dan konklusinya kategoris atau disjunktif).
Prinsip Dasar Silogisme
(2) Ada dua prinsip dasar dalam silogisme.
(3) (1) Terdapat dua buah term, keduanya mempunyai hubungan dengan term lain, maka kedua term itu satu sama lainnya memiliki hubungan pula (A = C; B = C; ... A = C).
(4) Contohnya : Pak Ewoy adalah ayah Ewey
(5) Pak Ewoy adalah guru SD
(6) Jadi, ayah Ewoy adalah guru SD
(7) (2) Terdapat dua buah term, satu di antaranya mempunyai hubungan dengan sebuah term ketiga, sedangkan term yang satu lagi tidak, maka kedua term itu tidak mempunyai hubungan satu sama lain (A = C; B = C; ... A = B).
(8) Contoh : Ani bukanlah putrid Pak Ano
(9) Puteri Pak Ano sngatlah cantik
(10) Jadi, Ani tidaklah cantik


1. Silogisme Kondisional

Adalah silogisme yang mempunyai premis mayor berupa proposisi kondisional, sementara premis minor dan kesimpulannya berupa proposisi kategoris. Contoh:

Jika ada hidup, maka ada perjuangan

Hidup ini ada

Jadi, ada perjuangan

Catatan: Pada kalimat “Jika ada hidup, maka ada perjuangan”

Jika ada hidup --> ANTESEDENS

maka ada perjuangan --> KONSEKUENS

1.1 Modus Ponen

Jika antesedens cocok untuk premis minor, maka konsekuensnya harus cocok pula dalam kesimpulannya. Kebenaran yang memengaruhi antesedens memengaruhi kebenaran konsekuensnya.

Contoh 1:

Jika seseorang mengidap kanker, maka ia sakit parah

Adit mengidap kanker

Jadi, Adit sakit parah

Contoh 2:

Jika seseorang mengidap AIDS, maka ia mengidap penyakit yang menyedihkan

Fahmi tidak mengidap AIDS

Jadi, ia tidak mengidap penyakit yang menyedihkan

1.2 Modul Tollens

Yaitu jika:

1. konsekuens tidak sesuai maka antesedens harus tidak sesuai
2. jika konsekuens benar, maka antesedens dapat benar dan dapat pula salah

Contoh 1:

Jika seseorang mengidap kanker tulang, ia dapat dinyatakan sakit keras

Maria tidak sakit keras

Jadi, Maria tidak mengidap sakit kanker tulang

Contoh 2:

Jika seseorang menderita rabun jauh, maka ia memerlukan kacamata

Juan memerlukan kacamata

Jadi, ia menderita rabun jauh

2. Silogisme Disjungtif

Adalah silogisme yang memiliki premis mayor berupa proposisi disjungtif (atau), sedangkan premis minor dan kesempulannya berupa proposisi kategoris.

Contoh 1:

Munir akan pergi kuliah atau nonton film

Ia ternyata pergi kuliah

Jadi, ia tidak pergi nonton film.

Contoh 2:

Semua napi bersifat manusiawi atau kejam

Napi Jupika itu kejam

jadi, ia itu tidak manusiawi
Silogisme hipotesis adalah model argumentasi yang premis mayornya berupa proposisi kondisional. Premis mayor ini terdiri dari dua bagian: bagian pertama mengandung syarat (sebab) yang dimulai dengan “jika…”; lazimnya disebut antesedens, dan bagian kedua mengandung apa yang disyaratkan (akibat) yang dimulai dengan “maka…”; lazimnya disebut konsekuens. Dalam logika, premis mayor dari argumen ini biasanya tersusun dalam empat pola, yakni : a) “jika A, maka B” b) “jika A, maka bukan B” c) “jika bukan A, maka B” d)“jika bukan A, maka bukan B”. Argumen kondisional dengan premis mayor yang tersusun dalam empat pola itu, dikenal dalam dua jenis, yakni argumentasi kondisional dalam arti luas dan argumentasi kondisional dalam arti sempit. Jika mahasiswa sudah memahami silogisme hipotesis secara teknis, maka atas dasar berbagai pertimbangan pikiran, mahasiswa dapat menghindarkan diri dari perilaku plagiarisme.

Dari pembahasan diatas dapat kita ketahui bahwa untuk dapat berfikir logis, terlebih dahulu mahasiswa perlu memahami kaidah-kaidahnya. Salah satunya ialah memahami tentang silogisme hipotesis dan komponen-komponen pendukungnya. Dengan memahaminya, maka kita dapat menerapkanya dalam berbagai kegiatan akademik. Hal ini bukan tidak mungkin, akan membantu mahasiswa untuk dapat berpikir tepat dan logis serta mencegah dari tindakan plagiarisme yang sangat di kecam dalam lingkungan perguruan tinggi.
. Silogisme Hipotesis

Silogisme yang terdiri atas premis mayor yang berproposisi konditional hipotesis. Konditional hipotesis yaitu, bila premis minornya membenarkan anteseden, simpulannya membenarkan konsekuen. Bila minornya menolak anteseden, simpulannya juga menolak konsekuen.

Contoh :
My : Jika tidak ada air, manusia akan kehausan.
Mn : Air tidak ada.
K : Jadi, Manusia akan kehausan.

My : Jika tidak ada udara, makhluk hidup akan mati.
Mn : Makhluk hidup itu mati.
K : Makhluk hidup itu tidak mendapat udara.
contoh dari kalimat Silogisme Hipotesa :
1.kendaraan bermotor yang berjalan pasti butuh bensin
motor butuh bensin jadi motor bisa berjalan
jika tidak dijalankan maka tidak butuh bensin
motor tidak dijalankan jadi motor tidak butuh bensin
2.Mahluk hidup yang bernapas pasti hidup
mahluk hidup bernapas
jadi yang bernapas mahluk hidup
-Jika saham dijual menguntungkan.
Saham dijual akan menguntungkan.
Jadi saham menguntungkan.
-jika inflasi terjadi harga2 barang tinggi.
Inflasi terjadi maka harga2 barang akan tinggi.
Jadi inflasi menyebabkan harga barang tinggi.
Silogisme alternatif.
-Joko adalah seorang manajer atau karyawan.
Joko adalah seorang karyawan.
Jadi joko bukan seorang manajer.
-Bank syariah adalah bank yamg menggunakan tingkat suku bunga atau bagi hasil.
Bank syariah adalah bank yang menggunakan sistem bagi hasil.
Jadi Bank Syariah bukan bank yang menggunakan tingkat suku bunga.
Jika air dimasukkan ke dalam kulkas akan menjadi dingin
Air dimasukkan ke dalam kulkas sehingga menjadi dingin
Jadi, jika air tidak dimasukan ke dalam kulkas maka air tidak akan menjadi dingin
Contoh :
Jika hari ini cerah , saya akan ke rumah kakek ( premis mayor )
Hari ini cerah ( premis minor )
Maka saya akan kerumah kakek ( kesimpulan ).
Silogisme hipotesis yang premis minornya mengakui bagian konsekuen
Contoh :
Jika hutan banyak yang gundul , maka akan terjadi global warming ( premis mayor )
Sekarang terjadi global warming ( premis minor )
Maka hutan banyak yang gundul ( kesimpulan ).
Silogisme hipotesis yang premis minornya mengingkari antecedent
Contoh :
Jika pembuatan karya tulis ilmiah belum di persiapkan dari sekarang, maka hasil tidak
akan maksimal
pembuatan karya ilmiah telah di persiapkan
maka hasil akan maksimal
Silogisme hipotesis yang premis minornya mengingkari konsekuen
Contoh :
Bila presiden Mubarak tidak turun , Para demonstran akan turun ke jalan
Para demonstran akan turun ke jalan
Jadi presiden Mubarak tidak turun.
Kaidah silogisme hipotesis
Mengambil konklusi dari silogisme hipotetik jauh lebih mudah dibanding dengan silogisme kategorik. Tetapi yang penting di sini dalah menentukan ‘kebenaran konklusinya bila premis-premisnya merupakan pernyataan yang benar.
Bila antecedent kita lambangkan dengan A dan konsekuen .engan B, jadwal hukum silogisme hipotetik adalah:
1) Bila A terlaksana maka B juga terlaksana.
2) Bila A tidak terlaksana maka B tidak terlaksana. (tidak sah = salah)
3) Bila B terlaksana, maka A terlaksana. (tidak sah = salah)
4) Bila B tidak terlaksana maka A tidak terlaksana.
My : jika tidak ada uang manusia sangat kesulitan tuk memenuhi kebutuhan hidupnya
Mn : Uang tidak ada
K : jadi, manusia akan kesulitan tuk memenuhi kebutuhan hidupnya

Rabu, 30 Maret 2011

kelompok 5 dan 6 pancasila

PANCASILA SEBAGAI ETIKA POLITIK

Dalam pelaksanaan dan penyelenggaraan
Negara etika politik menuntut agar kekuasaan dalam negara dijalankan sesuai dengan :
(1) asas legalitas (legitimasi hukum), yaitu dijalankan sesuai dengan hukum yang berlaku,
(2) disahkan dan dijalankan secara demokratis (legitimasi demokrastis).
(3) dilaksanakan berdasarkan prinsip-prinsip moral atau tidak bertentangan dengannya (legitimasi moral) ( Suseno, 1987: 115).

-Pengertian etika sebagai salah satu cabang filsafat praktis,
berdasarkan teori-teori etika dikembangkan pengertian pancasila sebagai sistem etika.


Dalam pembagian cabang-cabang ilmu pengetahuan, etika adalah anak cabang dari filsafat. Masuk dalam kategori filsafat praktis. Pembahasannya langsung mengarah pada tindakan dan bagaimana manusia harus berbuat. Filsafat praktis ini diupayakan untuk memberi pemahaman pada manusia dalam mengarahkan tindakannya. Begitulah etika sebagai bagian dari filsafat praktis bekerja. Kemudian pun etika masih dibagi lagi menjadi etika individual dan etika sosial. Mengingat manusia memang memiliki kedua dimensi itu. Sebagai individu dan makhluk sosial. Sebagai individu manusia memiliki kewajiban-kewajiban terhadap dirinya sendiri, terhadap Tuhan, dan wilayah-wilayah hidup mereka yang berkenaan dengan sisi individual. Sedangkan sebagai makhluk sosial, manusia diarahkan untuk mengatur hidup sesuai dengan garis kodrat mereka sebagai makhluk sosial, berkenaan dengan nilai-nilai moral yang menentukan sikap dan tindakan antarmanusia.
Pancasila adalah sebagai dasar negara Indonesia, memegang peranan penting dalam setiap aspek kehidupan masyarakat Indonesia. Pancasila banyak memegang peranan yang sangat penting bagi kehidupan bangsa Indonesia, salah satunya adalah “Pancasila sebagai suatu sistem etika”.Di dunia internasional bangsa Indonesia terkenal sebagai salah satu negara yang memiliki etika yang baik, rakyatnya yang ramah tamah, sopan santun yang dijunjung tinggi dan banyak lagi, dan pancasila memegang peranan besar dalam membentuk pola pikir bangsa ini sehingga bangsa ini dapat dihargai sebagai salah satu bangsa yang beradab didunia.Kecenderungan menganggap acuh dan sepele akan kehadiran pancasila diharapkan dapat ditinggalkan. Karena bangsa yang besar adalah bangsa yang beradab. Pembentukan etika bukan hal yang susah dan bukan hal yang gampang, karena berasal dari tingkah laku dan hati nurani.
Etika merupakan cabang falsafah dan sekaligus merupakan suatu cabang dari ilmu-ilmu kemanusiaan (humaniora). Sebagai cabang falsafah ia membahas sistem-sistem pemikiran yang mendasar tentang ajaran dan pandangan moral. Sebagai cabang ilmu ia membahas bagaimana dan mengapa kita mengikuti suatu ajaran moral tertentu. Etika sebagai ilmu dibagi dua, yaitu etika umum dan etika khusus.

*Etika umum membahas prinsip-prinsip umum yang berlaku bagi setiap tindakan manusia. Dalam falsafah Barat dan Timur, seperti di Cina dan , seperti dalam Islam, aliran-aliran pemikiran etika beranekaragam. Tetapi pada prinsipnya membicarakan asas-asas dari tindakan dan perbuatan manusia, serta system nilai apa yang terkandung di dalamnya.

*Etika khusus dibagi menjadi dua yaitu etika individual dan etika sosial.
Etika indvidual membahas kewajiban manusia terhadap dirinya sendiri dan dengan kepercayaan agama yang dianutnya serta panggilan nuraninya, kewajibannya dan tanggungjawabnya terhadap Tuhannya. Etika sosial di lain hal membahas kewajiban serta norma-norma social yang seharusnya dipatuhi dalam hubungan sesama manusia, masyarakat, bangsa dan negara. Etika sosial meliputi cabang-cabang etika yang lebih khusus lagi seperti etika keluarga, etika profesi, etika bisnis, etika lingkungan, etika pendidikan, etika kedokteran, etika jurnalistik, dan etika politik. Etika politik sebagai cabang dari etika sosial dengan demikian membahas kewajiban dan norma-norma dalam kehidupan politik, yaitu bagaimana seseorang dalam suatu masyarakat kenegaraan ( yang menganut system politik tertentu) berhubungan secara politik dengan orang atau kelompok masyarakat lain. Dalam melaksanakan hubungan politik itu seseorang harus mengetahui dan memahami norma-norma dan kewajiban-kewajiban yang harus dipatuhi.Dan pancasila memegang peranan dalam perwujudan sebuah sistem etika yang baik di negara ini. Disetiap saat dan dimana saja kita berada kita diwajibkan untuk beretika disetiap tingkah laku kita. Seperti tercantum di sila ke dua “ kemanusian yang adil dan beadab” tidak dapat dipungkiri bahwa kehadiran pancasila dalam membangun etika bangsa ini sangat berandil besar, Setiap sila pada dasarnya merupakan azas dan fungsi sendiri-sendiri, namun secara keseluruhan merupakan suatu kesatuan yang sistematik. Pancasila adalah suatu kesatuan yang majemuk tunggal, setiap sila tidak dapat berdiri sendiri terlepas dari sila lainnya, diantara sila satu dan lainnya tidak saling bertentangan.Inti dan isi Pancasila adalah manusia monopluralis yang memiliki unsur-unsur susunan kodrat (jasmani –rohani), sifat kodrat (individu-makhluk sosial), kedudukan kodrat sebagai pribadi berdiri sendiri, yaitu makhluk Tuhan Yang Maha Esa.Unsur-unsur hakekat manusia merupakan suatu kesatuan yang bersifat organis dan harmonis, dan setiap unsur memiliki fungsi masing-masing namun saling berhubungan. Pancasila merupakan penjelmaan hakekat manusia monopluralis sebagai kesatuan organis.
Dalam pembentukan sistem etika dikenal namanya nilai, norma dan moral. Mari kita membahas pengertian tiap-tiapnya, dan hubungan antaranya.
a. PengertianNilai : Sifat atau kualitas yang melekat pada suatu obyek, bukan obyek itu sendiriNorma : Aturan tingkah laku yang idealMoral : Integritas dan martabat pribadi manusiaSedangkan etika sendiri memiliki makna suatu pemikiran kritis dan mendasar tentang ajaran dan pandangan moral.

b. Hubungan nilai, norma dan moral nilai, norma dan moral langsung maupun tidak langsung memiliki hubungan yang cukup erat, karena masing-masing akan menentukan etika bangsa ini. Hubungan antarnya dapat diringkas sebagai berikut :
1. Nilai: kualitas dari suatu yang bermanfaat bagi kehidupan manusia (lahir dan batin). - Nilai bersifat abstrak hanya dapat dipahami, dipikirkan, dimengerti dan dihayati oleh manusia;- Nilai berkaitan dengan harapan, cita-cita, keinginan, dan segala sesuatu pertimbangan batiniah manusia- Nilai dapat bersifat subyektif bila diberikan olehs ubyek, dan bersifat obyektif bila melekat pada sesuatu yang terlepasd arti penilaian manusia
2. Norma: wujud konkrit dari nilai, yang menuntun sikap dan tingkah laku manusia. Norma hokum merupakan norma yang paling kuat keberlakuannya karena dapat dipaksakan oleh suatu kekuasaan eksternal, misalnya penguasa atau penegak hukum
3.Nilai dan norma senantiasa berkaitan dengan moral dan etika
4.Makna moral yang terkandung dalam kepribadian seseorang akan tercermin pada sikap dan -tingkah lakunya. Norma menjadi penuntun sikap dan tingkah laku manusia.
5.Moral dan etika sangat erat hubungannya.

Etika adalah ilmu pengetahuan yang membahas tentang prinsip-prinsip moralitas.Pada hakikatnya segala sesuatu itu bernilai, hanya nilai macam apa yang ada serta bagaimana hubungan nilai tersebut dengan manusia. Banyak usaha untuk menggolong-golongkan nilai tersebut dan penggolongan tersebut amat beranekaragam, tergantung pada sudut pandang dalam rangka penggolongan tersebut.

Notonagoro membagi nilai menjadi tiga macam, yaitu:
1) Nilai material, yaitu segala sesuatu yang berguna bagi kehidupan jasmani manusia, atau kebutuhan material ragawi manusia.
2) Nilai vital, yaitu segala sesuatu yang berguna bagi manusia untuk dapat mengadakan kegiatan atau aktivitas.
3) Nilai kerokhanian, yaitu segala sesuatu yang berguna bagi rohani manusia nilai kerohanian ini dapat dibedakan atas empat macam yaitu :
a) Nilai kebenaran
b) Nilai keindahan
c) Nilai kebaikan
d) Nilai religius

-Pengertian etika politik,dan berdasarkan rincian nilai2 etika yang terkandung dalam pancasila kemudian secara praktis diterapkan dalam kehidupan politik.


Dalam konteks inilah agaknya pembicaraan tentang etika politik menjadi relevan. Haryatmoko (2003) menjelaskan pentingnya pembahasan mengenai etika politik setidaknya karena tiga alasan. Pertama, betapa pun kasar dan tidak santunnya suatu politik, tindakannya tetap membutuhkan legitimasi. Legitimasi tindakan ini mau tidak mau harus merujuk pada norma-norma moral, nilai-nilai, hukum atau peraturan perundangan. Di sinilah letak celah di mana etika politik dapat berbicara dengan otoritas. Kedua, etika politik berbicara dari sisi korban. Politik yang kasar dan tidak adil akan mengakibatkan jatuhnya korban. Korban akan membangkitkan simpati dan reaksi indignation (terusik dan protes terhadap ketidakadilan). Keberpihakan pada korban tidak akan menoleransi politik yang kasar. Jeritan korban adalah berita duka bagi etika politik. Ketiga, pertarungan kekuasaan dan konflik kepentingan yang berlarut-larut akan membangkitkan kesadaran tentang perlunya penyelesaian yang mendesak dan adil. Penyelesaian semacam ini tidak akan terwujud bila tidak mengacu pada etika politik. Pernyataan "perubahan harus konstitusional" menunjukkan bahwa etika politik tidak bisa diabaikan begitu saja.
Tujuan etika politik adalah mengarahkan ke hidup yang baik, bersama dan untuk orang lain, dalam rangka memperluas lingkup kebebasan dan membangun institusi-institusi yang adil. Definisi etika politik ini membantu menganalisis korelasi antara tindakan individual, tindakan kolektif, dan struktur-struktur yang ada. Dalam perspektif ini, pengertian etika politik mengandung tiga tuntutan: (1) upaya hidup baik bersama dan untuk orang lain; (2) upaya memperluas lingkup kebebasan; dan (3) membangun institusi-institusi yang adil.
Etika,mempunyai tujuan menerangkan kebaikan dan kejahatan. Etika politik dengan demikian, memiliki tujuan menjelaskan mana tingkah laku politik yang baik dan sebaliknya. Apa standar baik? Apakah menurut agama tertentu? Tidak! Standar baik dalam konteks politik adalah bagaimana politik diarahkan untuk memajukan kepentingan umum. Jadi kalau politik sudah mengarah pada kepentingan pribadi dan golongan tertentu, itu etika politik yang buruk. Sayangnya, itulah yang terjadi di negeri ini.
Di sisi lain nasionalisme kita berubah menjadi “kebangsaan uang”. Tidak terlalu digubris bahwa nasionalisme kita hanya akan berkembang dengan subur di alam demokrasi ini, bila Pancasila dijadikan acuan dalam etika politik. Etika politik bisa berjalan kalau ada penghormatan terhadap kemanusiaan dan keadilan. Ini merupakan prasyarat dasar yang perlu dijadikan acuan bersama dalam merumuskan poltik demokratis yang berbasis etika dan moralitas.
Ketidakjelasan secara etis berbagai tindakan politik di negeri ini membuat keadaban publik saat ini mengalami kehancuran. Fungsi pelindung rakyat tidak berjalan sesuai komitmen. Keadaban publik yang hancur inilah yang seringkali merusak wajah hukum, budaya, pendidikan, dan agama. Rusaknya sendi-sendi ini membuat wajah masa depan bangsa ini kabur. Sebuah kekaburan yang disebabkan kerena etika tidak dijadikan acuan dalam kehidupan politik.
Publik hanya disuguhi hal yang menyenangkan dan bersifat indrawi belaka. Artinya hanya diberi harapan tanpa realisasi. Inilah yang membuat publik terajari agar menerapkan orientasi hidup untuk mencari gampangnya saja. Keadaban kita sungguh-sungguh kehilangan daya untuk memperbarui dirinya. Etika politik yang berpijak pada Pancasila hancur karena politik identik dengan uang. Uang menjadi penentu segala-galanya dalam ruang publik.
Hal ini sangat ironis karena mengakibatkan hilangnya iman dalam kehidupan manusia. Iman tidak lagi menjadi sumber inspirasi batin bagi kehidupan nyata. Iman hanya sekedar simbol lahiriah yang menjelma dalam ritus dan upacara. Iman tidak terkait dengan tata kehidupan dan akibatnya dia tidak menjiwai kehidupan publik. Politik tidak tersentuh oleh etika iman, seperti yang diajarkan oleh sila pertama dari Pancasila, KeTuhanan Yang Maha Esa.
Di masa reformasi yang serba boleh ini, kemunduran etika politik para elite dalam setiap jejak perjalanannya membuat kita menjadi “miris”. Kemunduran etika politik para elite ini salah satunya ditandai dengan menonjolnya sikap pragmatisme dalam perilaku politik yang hanya mementingkan kelompoknya saja. Kepentingan bangsa, menurut mereka bisa dibangun hanya melalui kelompoknya. Dan masing-masing kelompok berpikir demikian.
Jadi jika kita tarik logika yang ada di kepala masing-masing kelompok, (nyaris) tidak ada yang namanya kepentingan bersama untuk bangsa. Yang ada hanyalah kebersaman fatamorgana. Seolah-olah kepentingan bersama, padahal itu hanyalah kepentingan-kepentingan kelompok yang terkoleksi. Hampir tidak ada kesepakatan di mata para politisi kita tentang akan dibawa ke mana bangsa ini, karena semua merasa benar sendiri, dan tidak pernah mau menyadari di balik pendapat yang ia nyatakan, mengandung kekurangan yang bisa ditutup oleh pendapat kelompok lain. Prinsip menerima kebenaran pendapat lain sudah mati, dan tertimbun oleh arogansi untuk menguasai kelompok lain.
Ke arah manakah etika politik akan dikembangkan oleh para politisi produk reformasi ini? Dalam praktik keseharian, politik seringkali bermakna kekuasaan yang serba elitis, daripada kekuasaan yang berwajah populis dan untuk kesejahteraan masyarakat. Politik identik dengan cara bagaimana kekuasaan diraih, dan dengan cara apa pun, meski bertentangan dengan pandangan umum.
Tanpa kita sadari, nilai etis politik kita cenderung mengarah pada kompetisi yang mengabaikan moral. Buktinya, semua harga jabatan politik setara dengan sejumlah uang. Semua jabatan memiliki harga yang harus dibayar si pejabat. Itulah mengapa para pengkritik dan budayawan secara prihatin menyatakan arah etika dalam bidang politik (dan bidang lainnya) sedang berlarian tunggang-langgang (meminjam Giddens, “run away”) menuju ke arah “jual-beli” menggunakan uang maupun sesuatu yang bisa dihargai dengan uang2.
Dimensi politik dalam etika politik di sini adalah dimaksudkan ada dalam pengertiannya yang lebih luas. Bukan hanya berkenaan dengan sistem kenegaraan atau hubungan antar negara misal, yang mencangkup kehidupan kenegaraan, pemerintahan, penentuan dan pelaksanaan kebijakan negara tentang berbagai hal menyangkut kepentingan publik, serta kegiatan-kegiatan lain dari berbagai lembaga sosial, partai politik dan organisasi keagamaan yang berkaitan langsung dengan kehidupan kemasyarakatan dan negara yang dibatasi oleh konsep-konsep negara (state), kekuasaan (power), pengambilan keputusan (decission making), pembagian (distribution), dan alokasi (alocation), tetapi di sini pengertian itu diperluas lagi ke dalam tataran manusia sebagai makhluk yang berpolitik. Secara kasar dapat disebutkan bahwa segala tindakan manusia atau bahkan manusia itu sendiri tidak akan lepas dari orientasi dan politik. Manusia hidup karena berpolitik. Secara kodrati sebagai makhluk individual atau sosial manusia akan memerlukan aturan-aturan atau norma-norma untuk dapat menjalani hidupnya. Kata kunci dari dimensi politik ini adalah kaitannya dengan hak dan kewajiban manusia. Sebagai warga dunia, sebagai warga negara, sebagi anggota masyarakat, sebagai individu, dan sebagai makhluk Tuhan.
Dengan melihat dua dimensi ini, etika dan politik, dalam Pancasila sebagai Etika Politik, maka kita dapat memberi kesimpulan awal bahwa Pancasila adalah pedoman hidup bersama kita, yang mengatur bagaimana kita bersikap dan bertindak antar satu dengan lain, yang disertai hak dan kewajibannya. Dengan kata lain Pancasila adalah moral identity kita. Baik sebagai warga dunia, sebagai warga negara, sebagai anggota masyarakat. Kita dikenali karena kita memiliki Pancasila dalam diri kita sebagai pedoman hidup bersama.

Sumber:
http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2010/02/ideologi-pancasila-sebagai-etika-politik/
http://poetraboemi.wordpress.com/2008/10/19/pancasila-sebagai-etika-politikironi-pedoman-hidup-bangsa-yang-diagungkan/
http://asydin.abatasa.com/post/detail/178/pancasila-sebagai-sistem-etika

Selasa, 22 Maret 2011

PSIKOLOGI PERKEMBANGAN TUGAS 2

Pada tugas Psikologi Perkembangan kali ini saya mewawancarai seorang ibu yang berusia 26 tahun yang mempunyai seorang anak yang berusia 7 bulan.Brikut wawaancara saya dengan seorang ibu yang bernama ibu Patri.

T= "Siapa nama anak ibu?"
J= "Namanya Nadine Nindatri Kamila"

T= "Dimana Nadine lahir dan kapan nadine lahir?"
J= "Nadine lahir di Jakarta,21 Juli 2010"

T= "Berapa berat dan panjangnya saat lahir?"
J= "Beratnya 27. Panjangnya 47."

T= "Nadine lahir secara normal atau di sesar?"
J= "Lahir secara normal"

T= "Warna tubuh nya ketika lahir?"
J= "Warnanya agak pink "

T= "Saat melahirkan Nadine ada masalah atau tidak?"
J= "Tidak ada,melahirkan Nadine secara sehat dan lancar"

T= "Apa asupan makanan untuk Nadine pada awal kelahiran?"
J= "Pemerian ASI hingga usia 3 bulan"

T= "Seberapa pemberian ASI untuk anak ibu?"
J= "Sering, hingga berusia 3 bulan"

T= "Apakah ada pemberian tambahan susu formula?"
J= " Iya ada"

T= "Jika iya,sejak kapan?"
J= "Sejak umur 2 bulan dan di barengin oleh asi juga"

T="Pada umur berapa memperkenalkan makanan padat?"
J="Saat usia 4 bulan"

T= "Makanan padat apa saja yang diberikan?"
J= "Bubur bayi, (milna,cerelac,pisang,tim)

T= "Apakah ada reaksi saat diberikan makanan padat?"
J= "Ada"

T= "Apa reaksinya?"
J= "Mungkin beradaptasi dengan makanannya,Nadine pada saat pertama diberikan makanan padat yaitu pisang,dia pup nya keras, tapi awalnya saja,,sekarang sudah tidak lagi"

T= "Apa Nadine pilih-pilih saat diberikan makanan padat?"
J= "iya.dia pilih-pilih..kalau diberikan bubur atau biskuit bayi yang rasa buah-buah dia tidak suka."

T= "Saat pemberian makanan padat adakah tambahan ASI atau susu formula?"
J= "Iya.. selalu di imbangi dengan ASI juga susu formula."

Sekian hasil wawancara yang saya lakukan dengan seorang ibu yang mempunyai anak berusia 7 bulan tentang asupan makanan bayinya.

Minggu, 20 Maret 2011

Menganalisis Sifat dan Perilaku Seseorang Melalui Letak Geografis

Menganalisis Sifat dan Perilaku Seseorang Melalui Letak Geografis

Manusia merupakan makhluk yang bisa beradaptasi dengan lingkungan tempat mereka tinggal, hal itu bisa kita lihat dari banyaknya suku di Indonesia yang lingkungan geografisnya berbeda-beda cenderung memiliki budaya dan perilaku yang berbeda, mari kita coba analisis beberapa kasus di beberapa suku atau daerah yang ada di Indonesia.

A. Suku Toraja
Suku toraja adalah suku yang menetap di pegunungan bagian utara Sulawesi selatan, Kata toraja berasal dari bahasa Bugis, to riaja, yang berarti "orang yang berdiam di negeri atas".mayoritas penduduk toraja beragama Kristen, pekerjaan utamanya sebagai petani di dataran tinggi. Suku toraja sebenarnya selama ratusan tahun adalah suku yang terisolir karena letak geografisnya yang berada di pegunungan terpencil, hal ini menyebabkan sifat masyarakat toraja hingga kini susah menerima orang asing di pranata sosialnya, masyarakat toraja sangat susah menerima perubahan, bahkan terbawa hingga generasi terkini. Hal ini tidak lepas dari budaya masyarakat toraja yang menjunjung tinggi adat istiadat nenek moyang.

B. Suku Dayak
Suku dayak adalah suku utama dan dianggap suku asli di pulau Kalimantan, persebarannya hamper di seluruh Kalimantan, Malaysia dan brunei Darussalam. Sebutan dayak sebenarnya merupakan suatu sebutan kolektif untuk semua masyarakat asli Kalimantan yang hidup di sekitar daerah aliran sungai. Masyarakat dayak terkenal sebagai suku yang pemalu namun sebenarnya ramah, mungkin ini terkait juga dengan posisi tinggalnya yang di sekitar daerah aliran sungai jadi membuat mereka sering berinteraksi dengan suku lain di Kalimantan.

Kesimpulan yang bisa kita ambil adalah factor geografis suatu suku juga mempengaruhi perilaku dan sifat seseorang, walaupun karena manusia adalah makhluk yang unik dan tidak bisa disama ratakan akan tetapi sebagian besar kultur yang berkembang dalam suku-suku tersebut adalah seperti itu, suku toraja yang letaknya terisolir juga menumbuhkan sifat yang menutup diri bagi anggota sukunya dan suku dayak yang lebih terbuka dan bisa berinteraksi dengan suku alin Nampak lebih ramah dan menerima kehadiran orang asing untuk lebih mengenal sukunya.

sumber : id.wikipedia.org, www.swaberita.com, mylovelytoraja.wordpress.com